Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sajak

Sajak MARET MEGAH

Tengah malam lewat 30 Dentingan gitar membawaku, pergi ke alam setelah tengah malam, setengah malam menuju pagi, sepertiga pagi kulalui.  tengah malam lewat 30  terbukur kakuku dalam dekapanmu. akankan selamanya...  ucapkan takkan berpisah ...  Gundah Gulana Angin dan Langit Mereka pernah serasi mereka pernah berani tenang dan murka bersama memparadoksan manusia .. Mereka pernah berironi mensabdakan manusia  seolah tanpa daya merekalah yg berkuasa.  Angin dan Langit adalah raja kita semakin lemah, bukan mereka yg butuh dikasihani  kitalah yg harusnya mengiba Gundah gulana angin dan langit manusia takkan mampu bangkit.

Malam Sudah Lewat Seperempat

Gambar
MALAM SUDAH LEWAT SEPEREMPAT Malam Sudah Lewat Seperempat. Dentingan lon ceng sudah lamat-melambat Sudahi saja pertikaian tentang kapan datang pagi Ganti dengan bayangan wujud bidadari  Malam sudah Lewat Seperempat Masih ada yang mengais sisa tangis tak sempat Lambat laun tak ada yang bisa ditangisi  atau tak ada lagi yang bisa menangisi  Sudah lebih dari seperempat hanya raga yang ada di tempat otakku sudah membulat, mengkotak, mensegi, menjilat Sudah pagi tapi masih seperempat tangis masih belum terkais rahmat Sudah sepi, tapi masih pagi sudah pagi tapi masih sepi ..   

Cemara Tunggal : Sajak

Gambar
Cemara Tunggal  CEMARA TUNGGAL Raungannya saja sudah terdengar dari kaki bukit, Sangat kesepian, penuh penderitaan Dalam Kesendirian, diangkuhnya raya pembawa mustika Segala mustika, permata, bukan yang dia punya, dan bukan dia minta.

Perempuan Bulan Kelima - Sebuah Sajak

Gambar
Perempuan Bulan Kelima Perempuan Bulan Kelima, Paraumu Senja Menyulut Cahaya, Hanya Saja Hatimu Tak Mau Terpaksa, Sudah Kucoba Untuk Tak Paksa, Teriak, Kuhampiri Kau Diam, Sapa, Kusapa Kau Kabur Bersama Senja Padahal Senja Adalah Waktumu, Waktumu Bercumbu Dengan Waktu Liar, Tak Berpendar Bersama Bintang, Perempuan Bulan Kelima Tertunggu Oleh Bintang Kejora Hangat, -KAU MUSANG- -KAUM USANG-